Rabu, 09 Desember 2009
Lagu Anak Jadoel (downloadable)
Perhatikan Potensi dan Bakat Anak Anda!
Pada suatu sore anak itu bercerita padaku. "Mas, aku ki juara siji terus lho, nek lari." bangganya.
"Tenane?"
"Tenan. Mau mubeng lapangan bal-balan aku nomer siji, gek anu kae yo ho'o, terus lari sprint yo juara..."
Hebat bukan? Tapi tahukah anda bahwa anak itu tahun kemarin tidak naik kelas? Ia kurang pandai matematika.
Di waktu yg lain anak-anak kecil sekampungku ramai membawa senapan karet. Senapan itu terbuat dari beberapa batang lidi yg dirangkai dg karet gelang dan diberi peluru karet gelang pula. "Lagi ungsum (sedang musim)" kami biasa menyebut suatu permainan ketika banyak dimainkan. Permainan itu perlahan akan diganti permainan baru dan seterusnya akan "ungsum" lagi. Aku iseng menanyakan pada anak-anak itu, "Sing ngajari nggawe ngeneki sopo e cah?"
Tahukah anda? Penemu permainan itu ternyata seorang anak yg juga pernah tidak naik kelas bahkan dicap nakal. Ia tinggal di sebelah rumahku. Kebiasaannya memukuli kaleng dan ember layaknya satu set drum. Ia juga pernah membuat dua buah Jathilan (kuda lumping) dari kardus dan dipajang di atas pintu depan rumahnya. Ia kelas empat SD.
Ada satu lagi kisah tentang seorang yg terkenal sebagai ahli elektronik di kampung kami. Ia begitu mahir merangkai komponen elektronika dan kelistrikan. Seluk beluk tape, salon dan sound system ia kuasai dg baik. Tahukah anda? Ia hanya beberapa semester kuliah di jurusan elektro lalu berhenti.
Renungkan!
baca selengkapnya...Rabu, 02 Desember 2009
Konspirasi Intelijen dan Gerakan Islam Radikal
Semoga bermanfaat... baca selengkapnya...
Do'a Kita
Sy***ul; 17-Nov-08 17:32 baca selengkapnya...
Perjuangan
Perjuangan akn dimulai oleh orang2 yg cerdas.
Dijalankn oleh orang2 yg berani.
Dimenangkan oleh orang2 yg ikhlas dlm perjuangannya..
Allahu Akbar !!!
Su*******to; 13-Oct-08 11:22 baca selengkapnya...
Minggu, 29 November 2009
Sleman Jelang PILBUP 23 Mei 2010
Bagaimana sikap PKS? Sampai saat ini dewan syuro masih menimbang mashlahat apakah PKS akan berkoalisi dengan mengajukan calon atau hanya mendukung pasangan calon. Mengajukan pasangan sendiri sepertinya sudah tidak menjadi opsi karena biaya pemenangan yang tidak sesuai dengan kondisi keuangan DPD PKS Sleman di samping banyak alasan lain.
Eksekusi kebijakan pemerintah kabupaten Sleman dinilai lamban sehingga PKS Sleman merasa perlu mengimbangi lincahnya legislatif dengan mengambil peran eksekutif, khususnya kursi Bupati atau wakil Bupati. Sebagai contoh, anggaran pendidikan gratis SD-SMP se-Sleman bernilai milyaran rupiah "ngendon" di APBD hanya karena peraturan Bupati mengenai pencairannya belum terbit. Termasuk anggaran kesehatan gakin yang belum maksimal karena data gakin yang disusun sejak 2008 baru selesai bulan Oktober lalu. Eksekusi PERDA pelarangan minuman keras yang sudah diketok palu oleh DPRD dua tahun yang lalu juga masih nihil. Maka dari itu PKS perlu mengambil alih eksekutif.
Dari hasil survei diperoleh tiga kandidat terkuat calon Bupati Sleman yaitu Hafidh Asrom (22an %), Sri Purnomo (20an %), dan Sukamto (12an %), sisanya kurang dari 10 %. Dari hasil survey pula, lebih dari 60 % masyarakat Sleman menghendaki dipimpin oleh tokoh dari kalangan Islam. Selain itu selama ini partai yang dianggap kaderisasinya cukup baik adalah Demokrat dan PKS. Ditambah faktor peringkat ketiga perolehan suara PKS di Sleman pada pemilihan legislatif kemarin, PILBUP kali ini PKS harus ikut serta lagi dan menang agar tercapai Sleman yang Sejahtera Berkeadilan.
Seluruh kader PKS Sleman, bersiapsiagalah!
Sukseskan Pemilihan Bupati Sleman 2010!
Selamat berkarya dan tetap semangat! :D
Potret Keluarga Muslim
Karena iman pada Alloh, subhanalloh... Istri mana yang begitu ikhlas menerima ketentuan Alloh seperti Hajar? Kisah penyembelihan Ismail... Ayah mana yang setaat itu pada Alloh? Anak mana pula yang sepasrah itu pada perintah Alloh? "Kerjakanlah wahai ayah, niscaya engkau dapati aku termasuk orang yang sabar."
Sungguh keluarga yang luar biasa hingga sholawat pada nabi Ibrohim mengikuti sholawat pada nabi Muhammad dalam tiap tahiyat kita. Mana mungkin semua itu mereka lakukan begitu saja tanpa diawali dengan membina iman?
Alloh tak akan membiarkan kita mengaku beriman tanpa mengujinya. Ujian ditimpakan untuk menentukan seberapa bergantungnya kita pada Alloh sebagaimana para shohabat Rosululloh yang diguncang kesulitan hebat hingga mereka menagih janji Alloh, "Mataa jaa'a nashrulloh?"
"Sesungguhnya pertolongan Alloh itu dekat" jawaban atas pertanyaan para shohabat.
Kita, terkadang jauh lebih mengandalkan akal ketika menghadapi masalah. Semakin berat masalah, seakan akal semakin berat mencari solusi. Padahal Alloh yang memberikan masalah, Alloh pula yang akan menyelesaikannya. Tawakkal, di mana kita letakkan? Akal kita sombong, seakan Alloh tidak kuasa melakukan hal yang tidak masuk akal. Tak ingatkah kita pada Hajar dan Ismail? Siapa yang menghidupi mereka selain Alloh? Alloh kariim... Astaghfirulloh...
Banyak hikmah dari keluarga Ibrohim yang bisa kita petik. Indahnya jika kisah-kisah itu tak hanya mampir di otak tapi juga mengendap di hati dan terwujud dalam amal. Mari teladani risalah para nabi. Merekalah manusia yang paling berat ujiannya...
baca selengkapnya...Dahsyatnya 'Aqidah
Para shohabat yg mulia digembleng dlm fase dakwah Rosululloh di Makkah dg pemahaman 'aqidah yg luar biasa mantap shg pd saatnya mereka mampu menerima pembebanan syari'at Islam, ringan maupun berat. Mereka akhirnya rela meninggalkan syari'at & agama nenek moyang nan penuh khurofat jahiliyah, bagai memutihkan kain usang lalu membatiknya dg warna2 Ilahiyah. Kemantapan 'aqidah menjadikan hati mereka kokoh, tak sedikitpun muncul keinginan utk kembali kpd kekafiran setelah beriman.
Ada satu hal menarik ketika kita melihat fenomena kesia-siaan, maksiat, bid'ah, atau syirik yg terjadi di masyarakat kini. Berbagai isu atau produk dikonsumsi tanpa filter 'aqidah, akibatnya masyarakat rawan tersesat & sebagian kaum yg peduli terhadap agama akan garang, selalu saja begitu, tak ada upaya preventif.
Kaum liberalis akan mengatakan, "Biar masyarakat yg memilih."
Kaum agamis mengatakan, "Tidak bisa dibiarkan, harus dihentikan, jangan sampai masyarakat disuguhi hal2 seperti ini."
Akhirnya demonstrasi terjadi di mana2 dg dalih menyuarakan kebenaran. Apakah tidak ada gebrakan utk mengantisipasi rutinitas menjemukan berita televisi ini?
'Aqidah, jawaban atas segala keresahan di masyarakat. Perbaikan 'aqidah semestinya menjadi program utama kita, melebihi kebutuhan kita akan program revitalisasi ekonomi. Kenapa? Karena 'aqidah telah terbukti menjaga umat Islam tetap survive dalam boikot sosial ekonomi kaum kafir Quroisy ketika itu. Dengan 'aqidah yang benar, masyarakat akan tetap lurus sekalipun dihantam badai penyesatan. 'Aqidah menghapus segala kekhawatiran. Dg 'aqidah, berhala tak perlu disingkirkan, masyarakat sendiri yg akan menghancurkannya.
baca selengkapnya...Sabtu, 21 November 2009
Generasi Harapan
Silakan lihat syair keduanya di bawah ini:
Generasi Harapan
A... aaaaa... 7x
Di mana dicari pemuda Kahfi
Umat melalam di gelap kelam
Mengapa kau patahkan pedangmu
Bangkitkan negeri
Wajah dunia Islam ini memburam
Di mana jiwa pasukan berani
Generasi Harapan
Ha...hahahahaha... 7x
Di mana ada ikhwan pemberani
Banyak sekali ikhwah yang mandiri
Jangan lama-lama kuliahnya
Saat demo semangat semua
Jangan kecewa yang ditolak ta’arufnya
Makanya saat kita membikin data
Ikutlah pelatihan membikin data
Dimana dicari seorang ukhti
Susahnya mencari ukhti sejati
Mengapa kau patahkan pedangmu
By Izzatul Islam
Terasing demi kebenaran hakiki
Di mana jiwa pasukan Badar berani
Menoreh nama-Mu ya Perkasa Abadi
Tiada pelita penyinar terang
Penunjuk jalan kini membungkam
Lalu kapankah fajar kan datang
Hingga musuh mampu membobol bentengmu
Menjarah menindas dan menyiksa
Dan ditanya diam sekedar terpana
Lahirkan generasi
Pemuda harapan
Tumbangkan kedzoliman
Cerahkan dengan darahmu
Panji Islam telah lama terkulai
Menanti bangkit kepalmu
Terasing demi kebenaran hakiki
Di mana jiwa pasukan berani
Menoreh nama-Mu ya Perkasa Abadi
By Gondes
Yang sudah mandiri dan selalu mengaji
Tetapi hidupnya masih terasa sunyi
Indahnya ada pendamping berhati suci
Orang tua sudah tidak kasih subsidi
Punya rumah juga kendaraan sendiri
Tetapi sepertinya kehilangan nyali
Tak baik demo sepanjang masa
Ujian jangan ditunda-tunda
Jangan abadi jadi mahasiswa
Pulang demo bolos kuliahnya
Ujian jangan nyontek temannya
Bikin kecewa calon mertua
Masih selalu ada kesempatan kedua
Bilakah tiba umur kita telah dewasa
Harus punya rencana sempurnakan dien yang mulia
Isinya jangan terlalu banyak gaya
Sangatlah mungkin ditolak ta’arufnya
Karna lawan bingung membacanya
Belajar dengan benar menyusun data
Sederhana dan jangan berbunga-bunga
Ungkapkan fakta apa adanya
Yang sudah siap untuk dijadikan istri
Adakah calon mertua yang baik hati
Sudi menerima calon mantu begini
Sederhana pandai dan berbudi pekerti
Memahami kekurangan calon suami
Untuk membina keluarga yang islami
Hingga teganya kau menikah dulu
Yang di sini bujangan semua
Yang di situ malah pada ketawa
Rindu
Silakan lihat syair keduanya di bawah ini:
Rindu
Di dalam kegelapan
Semakin ku terlena
Kurindukan sinar sucimu yang mulia
Rindu
Saat ikhwah menunda
Setelah berusaha
Kuingin pernikahan ini selamanya
Semakin ku merasa
Setahun cukup lama
Temannya ikhwah masih suka nunda-nunda
Ada panitia yang terluka di hati
Temannya ikhwah masih suka nunda-nunda
Semoga tidak melanggar copyright... v^_^
By: SNADA
ku mencari cahyamu
yang hilang sirna tak tersisa
semakin kuterbawa
arah hina dan ternoda
dan kuharapkan belai kasihmu
Agar musnah semua keangkuhan diriku
dan kulepaskan dari sifatku
By: GONDES
niat nikah segera
kepala pening jadinya
merayu orang tua
hasilnya ikhwah gembira
tiada hiraukan gosip tetangga
Agar hidup tetap tenang dan sejahtera
keadilan tegakkan bersama
tekad ikhwah membara
berlomba dengan temannya
menunggu jawabannya
kini ikhwah pemenangnya
masih senang jadi panitia
Betapa lelah murobbi memprovokasi
sekarang masih seksi konsumsi
target nikahnya koq gagal lagi
Murobbi sudah membantu setengah mati
terpaksa proses dari nol lagi
masih senang jadi panitia
Betapa lelah murobbi memprovokasi
sekarang masih seksi konsumsi
sekarang masih seksi konsumsi…
Rabu, 18 November 2009
Buku "Bagaimana Menyentuh Hati"
Semoga bermanfaat... baca selengkapnya...
Selasa, 17 November 2009
Kitab Tauhid
- Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad At-Tamimi (pdf)
- Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (help)
Senin, 16 November 2009
Thoghut Fasilitas
Mungkin terlalu berlebihan tapi juga mungkin bisa menjadi bahan renungan bahwa sadar tidak sadar kita sudah menggantungkan diri pada selain Alloh.Tanpa listrik kita berhenti beramal, berhenti berkarya dan sebagainya. Bukan berarti ingin menyatakan bahwa PLN tidak perlu ditegur atas kurangnya pelayanan, hanya sekedar mengajak introspeksi hati. Di mana hati kita bergantung?
Seorang penulis yang begitu produktif dengan laptop senantiasa di sisi, apakah juga akan seproduktif itu jika hanya disanding kertas dan pena? Masa lalu telah mengajarkan banyak hal, pelepah kurma, kayu, tulang, batu, dinding penjara, dan banyak lagi media saat itu dengan berbagai keterbatasannya yang tidak menghalangi produktivitas menulis.
Kendaraan yang senantiasa menemani aktivitas dakwah, apakah rusak ato hilangnya menjadikan kita henti dakwah? Pengalaman mengajarkan bahwa sesungguhnya pesawat, kereta, mobil, motor, sepeda, bahkan kaki tak terlalu berpengaruh dalam pencarian sebuah hadits atau satu bidang ilmu di masa lampau. (Hiks... T_T jadi inget pas gak datang kajian karena gak punya bensin...)
Handphone yang selalu bisa menghubungkan kita dengan kolega dakwah, apakah lowbat atau lowpulse-nya menjadikan kita tak lagi gencar berkoordinasi? Bukankah pada awal abad ke-20 sampai menjelang abad ke-21 para aktivis dakwah berkomunikasi belum seintensif saat ini kala handphone dan internet semakin jamak? Dengan fasilitas minimalis mereka mampu menghasilkan karya yang menyejarah. Abad-abad sebelumnya? Jauh lebih minimalis.
Cukup, rasanya beberapa contoh di atas sudah cukup untuk mengingatkan kita agar tidak terjebak oleh kenyamanan fasilitas. Kalaulah hal itu menjadikan urusan kita mudah, alhamdulillah. Jikalau ketiadaannya menjadikan urusan kita kembali sulit, tetap alhamdulillah. Semoga hati kita senantiasa bergantung dan berharap hanya pada Alloh. Ada atau tiada fasilitas, selamat berkarya dan tetap semangat... :D
Wallohu almusta’an...
Rabu, 11 November 2009
Tashfiyah dan Tarbiyah
Tauhid baru akan tegak setelah kita menghapus semua syirik. Ini yang dimaksud tashfiyah dan tarbiyah. Keduanya harus dilakukan, tashfiyah sebagai proses penyucian dari segala bentuk syirik dan tarbiyah sebagai pembinaan tauhid. Belum disebut tauhid jika masih ada syirik.
Kita bisa membersihkan air keruh dalam sebuah gelas dengan terus-menerus menuanginya air jernih hingga luber dan air menjadi jernih atau membuang dulu air keruh kemudian menggantinya dengan air jernih. Yang jelas harus ada proses pembuangan kotoran dan pengisian air jernih, tidak bisa hanya salah satu. Tashfiyah dan tarbiyah tidak bisa dipisahkan.
Laa ilaaha illalloh bermakna menafikan segala sesembahan dan menetapkan bahwa hanya Alloh yang haqq untuk disembah. Bersihkan syirik, bangun tauhid. Syahadat kita tidak sah ketika kita mengaku menyembah Alloh namun masih menyembah selain-Nya. Semestinya ani’budulloha wajtanibuththoghut, menyembah hanya pada Alloh dan menjauhi thoghut.
Allohu akbar! Semoga syahadat kita tak hanya sampai di tataran akal tapi benar-benar menghujam di hati dan terwujud dalam amal. Laa haula wa laa quwwata illaa billah...
Allohu a’lam...
baca selengkapnya...Cinta Ketujuh ^_^
Saran bagi anda yang sedang mencari brand perusahaan atau produk, carilah merek dan logo yang “menyentuh”. Tidak harus cinta, kata tak bermakna namun unik dan manis yang logonya didisein simpel bisa jadi justru mudah lekat dalam ingatan konsumen dan “loveable”. Marketing tidak selalu membutuhkan pemaparan fungsi logis atau kelebihan suatu produk. Branding lebih penting dari itu semua. Bagaimana perasaan anda ketika mendengar “Yamaha, touching your heart”? Dibanding “Yamaha, murah, irit, gesit, cicilan pertama cukup 300 ribu.”?
Hey! Arep nulis tentang opo jhe? Mas’e ra jelas?
Ya, cinta kini menjadi salah satu qodhoyah umat di samping masalah-masalah lain seperti pendidikan, penegakan hukum, kemiskinan, pergaulan bebas, dsb. Zona merah jambu ini tak henti-hentinya menjadi perbincangan. Cinta erat kaitannya dengan jodoh, jodoh erat kaitannya dengan pernikahan, dan pernikahan..?? Hehe... Para jomblo mungkin mulai berusaha menebak arah tulisan ini. Tidak berbelit koq, ini hanya akan menjadi tulisan yang cukup singkat.
Hmm... coba lihat seorang Ummu Ghaida Ninih Muthmainah istri Aa’ Gym, subhanalloh... “Sudah dua puluh tahun saya menikmati karunia Alloh berupa kebahagiaan bersama suami. Saya terlalu cinta pada suami sehingga bisa menghalangi cinta saya pada Alloh. Cinta saya pada suami tidak boleh menghalangi cinta saya pada Alloh. Saya harus berbagi kebahagiaan.” kira-kira seperti itu yang diungkapkannya mengenai pernikahan kedua sang suami -Abdullah Gymnastiar-.
Tenang, kita belum akan membahas poligami. Yang sebenarnya ingin kita bahas adalah mengenai possitioning cinta. Bagaimana dan di mana kita memposisikan cinta kepada pasangan terhadap cinta kita pada Alloh.
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah...” (Al-Baqoroh: 165)
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhori dari Anas, “Tiga hal yang barangsiapa tiga hal tersebut ada padanya, ia menemukan manisnya iman: hendaklah Alloh dan Rosul-Nya lebih dicintai dibanding selain keduanya. Mencintai orang lain yang ia tidak mencintainya kecuali karena Alloh. Membenci kembali pada kekafiran seperti kebenciannya untuk dicampakkan ke dalam neraka.”
Singkat saja, Alloh menghendaki kita mencintai pasangan hidup berada pada peringkat ketujuh setelah cinta kita pada Alloh menempati peringkat pertama. Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (At-Taubah: 24)
Seorang ustadz pernah mengatakan, “Kalau para da’i itu mau nikah, calon istrinya harus siap. ‘Jika kamu jadi istriku, kamu akan menjadi cinta ketujuhku’. Maka sebenarnya istri-istri itu hanya menempati peringkat ketujuh dalam prioritas cinta seorang da’i.”
Tentunya tidak sekaku itu, yang jelas cinta pada Alloh dan Rosul-Nya harus mempunyai posisi tertinggi dibanding yang lain. Akan tetapi dari surat At-Taubah ayat 24 tersebut kita bisa mengurai bagaimana kita perlu mengurutkan cinta kita. Urutan tersebut yaitu:
- Alloh
- Rosul-Nya
- Jihad
- Orang tua
- Anak-anak
- Saudara-saudara
- Istri-istri
- Kaum keluarga
- Harta
- Bisnis
- Rumah
Ini bukan berari merendahkan posisi istri namun begitulah bunyi ayatnya. Apakah ini menunjukkan urutan? Allohu a’lam...
Jadi, bersiaplah menjadi cinta ketujuh... ^_^
baca selengkapnya...



















